KESALAHAN YANG UMUM DILAKUKAN ORANG TERKAIT BULAN RAMADHAN

Hallo semuanya,.... selamat malam,... Sering kali kita tidak menyadari banyak kesalahan yang kita lakukan yang terkait dengan bulan ramadhan (puasa). Bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Allah SWT menjanjikan lewat lisan Rasul-Nya, Muhammad SAW, bahwa semua amal ibadah di bulan tersebut dilipatgandakan, dan permohonan ampun dari mulut siapa pun akan dikabulkan.

Jika mengetahui keistimewaan di dalamnya, tentu tidak satu pun kaum Muslim yang ingin melewatkan momen Ramadhan dengan sia-sia. Sayangnya, sering kali kaum Muslim lebih mudah dibuai obral aneka barang dan jasa menjelang dan selama Ramadhan, ketimbang mengambil kesempatan untuk memburu pahala yang tiada tara murahnya (baca: mudah didapat) di sepanjang Ramadhan.


Apa yang menyebabkan kealpaan umum seperti itu lazim terjadi? Bisa macam-macam sebabnya. Beberapa akan coba saya beberkan berikut ini.

1. Anggapan Bahwa Puasa Ramadhan Hanyalah Ritual

Banyak orang yang puasa di bulan Ramadhan hanya karena orang lain berpuasa. Puasanya dijalankan hanya sekadar ikut-ikutan. Puasa hanya dinilai menahan makan dan minum dari pagi sampai petang. Orang semacam ini hanya menganggap puasa Ramadhan sebagai ritual belaka atau sekadar menggugurkan kewajiban. Padahal, tujuan dari syariat puasa adalah untuk menyucikan hati dan jiwa manusia, serta usaha ketundukan tanpa syarat kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa.

Lalu puasa adalah upaya pembebasan rohani ke taraf yang lebih tinggi, atau kembali ke asalnya yang murni, sebelum ia menempati jasad ragawi yang selalu membutuhkan makan dan minum. Tidaklah mengherankan jika Allah SWT berjanji bahwa Dia sendiri yang akan menilai dan mengganjar pahala puasa setiap Muslim. Sebab puasa adalah ibadah kesunyian yang tidak demonstratif seperti shalat, zakat, maupun haji. Orang boleh saja mengaku puasa di hadapan orang lain tanpa harus mengundang kecurigaan bahwa dirinya memang betul-betul berpuasa atau hanya sekadar berpura-pura.

Dengan karakteristik seperti itu, ibadah puasa bertujuan untuk mendidik kaum Muslim agar jujur kepada dirinya sendiri, tunduk secara ikhlas kepada Allah SWT, serta tak ketinggalan menumbuhkan empati sosial terhadap orang-orang yang tak berpunya, yang untuk makan dan minum saja belum tentu mendapatkannya dalam satu hari.

2. Puasa Tapi Malah Tidak Menjalankan Sholat

Kebiasaan ini banyak sekali dilakukan kaum Muslim. Mereka puasa, tetapi meninggalkan kewajiban shalat. Padahal kunci dari baiknya semua ibadah kepada Allah SWT adalah shalat. Sebab shalat adalah tiang agama. Tidak ada alas an apa pun yang dapat membatalkan kewajiban shalat. Bahkan orang yang sakit pun wajib shalat, selama akal dan pikirannya masih berkerja normal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa orang yang berpuasa namun tidak shalat, maka puasanya itu akan sia-sia atau rusak.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaraka wa Taala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu. Pada riwayat lain disebutkan, ‘Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.’” (HR. Ath-Thabarani)

3. Tidak Mengetahui Hukum Puasa

Perlu digarisbawahi, ukuran diterimanya ibadah di sisi Allah SWT, selain ikhlas adalah mengetahui ilmunya. Ibnu Ruslan dalam karyanya, Matan Zubad menuliskan sebuah bait indah yang berbunyi: “Wa kullu man bi ghairi ilmin ya'malu, a'maluhu mardudatun la tuqbalu (setiap orang yang mengamalkan suatu ibadah tanpa ilmu, maka amalannya itu tidak diterima).”

Bait tersebut merujuk pada keterangan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, yang menyebutkan: “Barang siapa yang beramal tidak mengikuti perintah kami, maka akan ditolak.”

Sebab itu, patut bagi setiap Muslim mengetahui seluk-beluk mengenai puasa Ramadhan dengan membaca-baca buku maupun mendengar ceramah dari para ustaz, kyai, guru, atau orang lain yang lebih mengatahuinya, terutama terkait dengan apa yang membatalkan puasa, apa yang membatalkan pahala puasa, dan sebagainya.

Demikianlah sekelumit mengenai hal-hal yang sepatutnya dihindari oleh kaum Muslim selama Ramadhan. Daftar di atas tentu masih dapat bertambah lebih banyak lagi, yang karena keterbatasan ruan tidak dapat disebutkan semuanya. Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan oleh Allah SWt untuk menjalani ibadah puasa dengan sekhusyuk mungkin. Amin allahumma amin(Sumber: www.kaskus.co.id/thread/5583f0a8e0522787778b4568)

0 Response to "KESALAHAN YANG UMUM DILAKUKAN ORANG TERKAIT BULAN RAMADHAN"

Posting Komentar